2.2.10

Penjaga Perbatasan & Penyelundup

Seorang petugas penjaga perbatasan Indonesia dengan Malaysia memberhentikan Fahri pengendara sepeda yang hendak masuk Indonesia. Fahri kelihatan mencurigakan karena membawa koper hitam besar di sepedanya.

"Selamat siang! Apa isi koper ini?" tanya petugas.

"Kosong Pak" jawab Fahri.

"Saya harus memeriksanya. Jangan-jangan kamu penyelundup" kata si petugas, seraya membuka tas koper hitam bawaan Fahri.

Setelah memeriksa ternyata benar koper itu kosong dan petugaspun mempersilakan Fahri melewati perbatasan dengan sepedanya.

Di lain waktu, Fahri melewati perbatasan lagi dengan mengendarai sepeda dan membawa koper hitam.

Petugas memeriksa isi kopernya yang ternyata kosong lagi.

Beberapa kali Fahri lewat perbatasan, menaiki sepeda dan membawa koper hitam. Petugas selalu memeriksa tapi kopernya selalu kosong. Padahal petugas sudah curiga bahwa Fahri adalah seorang penyelundup.

Beberapa tahun kemudian Petugas Perbatasan yang sekarang sudah pensiun bertemu dengan Fahri di kota.
Mantan Petugas perbatasan ini bertanya kepada Fahri.

"Jujur saja sebenarnya saya yakin kamu dulu adalah penyelundup, tapi setiap aku periksa kopermu selalu kosong. Sebenarnya apa sih yang kamu selundupkan?"

Fahri menjawab, "SEPEDA !"

...

Gratis !

Seorang Ibu tua baru turun dari bus antar kota, berdiri di tepi jalan dengan memegangi karung besar di sebelahnya yang entah berisi apa.

Tak lama berselang, sebuah bajaj berhenti dan sopir bajaj menawarkan jasa.

Ibu Tua : "Bang, kalau dari sini saya mau ke Pasar baru kena ongkos berapa ?"

Sopir Bajaj : "Lima belas ribu, Bu."

Ibu Tua : "Kalau karungnya kena ongkos berapa?"

Sopir Bajaj : "Kalau karungnya nggak kena ongkos Bu, gratis !"

Ibu Tua : "Oh.. Kalo gitu tolong bawain karung ini ke Pasar Baru, Bang. Biar saya jalan kaki saja."

Sopir Bajaj : ...?

Pengikut


Produk SMART Telecom