MINGGU LALU : Abe Cede datang ke dokter Jekael.
Abe Cede : "Dok, saya jarang sekali buang air besar, kadang 3 hari sekali."
dr.Jekael : "Oh... Berarti berak kamu tidak teratur, itu tidak sehat. Minum obat ini, minggu depan datang lagi ya. Kita lihat hasilnya."
HARI INI : Abe Cede datang lagi ke dr.Jekael
dr.Jekael : "Bagaimana B.A.B.nya ?"
Abe Cede : "Ehh... Setiap pagi jam 6 saya selalu berak Dok."
dr.Jekael : "Wah! Bagus itu! Berarti sekarang B.A.B. kamu sudah teratur."
Abe Cede : "Apanya yang bagus Dok? Setiap pagi Saya baru bangun tidur jam 7..."
dr.Jekael : "...???"
Tampilkan postingan dengan label Cerita Tawa : Dokter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Tawa : Dokter. Tampilkan semua postingan
5.5.10
2.3.10
Faktor Keturunan
Budi diantar oleh ibunya datang ke dokter. Konsultasi dan memeriksakan kesehatan rambut si Budi yang sudah ubanan padahal umurnya baru 20 tahun.
"Dok, sebenarnya apa yang membuat rambut anak saya beruban di usia remaja?" tanya Ibu Budi.
Dokter menjawab, "Sebenarnya uban timbul karena masalah kurangnya pigmen pada rambut, ada beberapa faktor penyebabnya, bisa karena faktor obat, minyak rambut, pola makan dan juga mungkin karena faktor keturunan Bu."
"Oh begitu ya Dok? Kalau begitu pasti anak saya ini beruban karena faktor keturunan Dok. Soalnya setahu saya Kakek dan Neneknya juga ubanan." sambut Ibu Budi mantap.
"Yah...!!"
"Dok, sebenarnya apa yang membuat rambut anak saya beruban di usia remaja?" tanya Ibu Budi.
Dokter menjawab, "Sebenarnya uban timbul karena masalah kurangnya pigmen pada rambut, ada beberapa faktor penyebabnya, bisa karena faktor obat, minyak rambut, pola makan dan juga mungkin karena faktor keturunan Bu."
"Oh begitu ya Dok? Kalau begitu pasti anak saya ini beruban karena faktor keturunan Dok. Soalnya setahu saya Kakek dan Neneknya juga ubanan." sambut Ibu Budi mantap.
"Yah...!!"
10.2.10
Perhatikan dengan Teliti
Seorang Dosen di fakultas kedokteran menunjukkan kepada para mahasiswanya sebuah tabung kaca berisi cairan berwarna kuning.
"Ini adalah air kencing, untuk menganalisa sampel urine, kalian harus cermat. Sekali lagi, untuk menjadi dokter kalian harus MEMPERHATIKAN dengan CERMAT. Lakukan apa yang saya contohkan." kata Dosen yang lalu mencelupkan jarinya kedalam air kencing lalu memasukkan jarinya ke mulut.
Kemudian tabung diberikan kepada para mahasiswanya, secara bergantian semua mahasiswa mencelupkan jari telunjuknya ke air kencing dan memasukkan ke mulut, lalu berfikir dengan keras. Tapi apa yang harus dianalisa pikir mereka.
Setelah seluruh kelas mendapat giliran, Dosen berkata, "Sudah saya katakan PERHATIKAN DENGAN CERMAT apa yang saya lakukan ! Saya kan mencelup jari telunjuk saya dan yang saya masukkan ke mulut adalah jari tengah saya. Kok kalian malah mencicipi air kencing ini?..."
...
"Ini adalah air kencing, untuk menganalisa sampel urine, kalian harus cermat. Sekali lagi, untuk menjadi dokter kalian harus MEMPERHATIKAN dengan CERMAT. Lakukan apa yang saya contohkan." kata Dosen yang lalu mencelupkan jarinya kedalam air kencing lalu memasukkan jarinya ke mulut.
Kemudian tabung diberikan kepada para mahasiswanya, secara bergantian semua mahasiswa mencelupkan jari telunjuknya ke air kencing dan memasukkan ke mulut, lalu berfikir dengan keras. Tapi apa yang harus dianalisa pikir mereka.
Setelah seluruh kelas mendapat giliran, Dosen berkata, "Sudah saya katakan PERHATIKAN DENGAN CERMAT apa yang saya lakukan ! Saya kan mencelup jari telunjuk saya dan yang saya masukkan ke mulut adalah jari tengah saya. Kok kalian malah mencicipi air kencing ini?..."
...
Cuci Tangan
Seorang Dokter, seorang Aktifis Lingkungan dan Atlet sepak bola secara tak sengaja bersamaan di sebuah toilet.
Setelah ketiganya buang air kecil mereka menuju keran wastafel.
Pak Dokter mencuci tangan lama sekali, lalu berkata, "Saya cuci tangan sampai bersih sekali, karena seorang dokter harus peduli kebersihan diri."
Berikutnya sang aktifis lingkungan, mencuci tangan sebentar saja dan bilang, "Saya cuci tangan dengan air secukupnya asal bersih, karena seorang aktifis lingkungan harus peduli gerakan hemat air."
Yang terakhir sang atlit Sepak bola, dia tidak jadi cuci tangan dan bilang, "Saya tidak cuci tangan, karena seorang Atlit tidak pernah mengencingi tangannya sendiri."
...
Setelah ketiganya buang air kecil mereka menuju keran wastafel.
Pak Dokter mencuci tangan lama sekali, lalu berkata, "Saya cuci tangan sampai bersih sekali, karena seorang dokter harus peduli kebersihan diri."
Berikutnya sang aktifis lingkungan, mencuci tangan sebentar saja dan bilang, "Saya cuci tangan dengan air secukupnya asal bersih, karena seorang aktifis lingkungan harus peduli gerakan hemat air."
Yang terakhir sang atlit Sepak bola, dia tidak jadi cuci tangan dan bilang, "Saya tidak cuci tangan, karena seorang Atlit tidak pernah mengencingi tangannya sendiri."
...
21.1.10
Masalah Pendengaran
Seorang Pasien muda datang ke Dokter.
Pasien : "Dokter, saya punya masalah dengan perut. Sebentar - sebentar saya kentut, tapi nggak bersuara dan nggak bau. Dokter nggak tahu kan.. selama duduk di sini aja saya sudah dua kali kentut."
Dokter : "Oke, minum obat ini dan besuk kembali kesini, untuk pengobatan selanjutnya."
ESOK HARI... Pasien ini datang lagi.
Pasien : "Bagaimana sih Dok? Habis minum obat ini kok kentut saya malah bersuara Kencang ?"
Dokter : "Itu obat untuk TELINGA kamu. Sekarang kamu sudah bisa dengar Kentutmu sendiri. Tinggal satu obat lagi buat HIDUNG kamu. Karena sebenarnya dari kemarin saya dengar kamu kentut dan baunya bikin saya hampir pingsan."
?!
Kiriman : Abdul Rahman - Kadipaten, Majalengka.
Pasien : "Dokter, saya punya masalah dengan perut. Sebentar - sebentar saya kentut, tapi nggak bersuara dan nggak bau. Dokter nggak tahu kan.. selama duduk di sini aja saya sudah dua kali kentut."
Dokter : "Oke, minum obat ini dan besuk kembali kesini, untuk pengobatan selanjutnya."
ESOK HARI... Pasien ini datang lagi.
Pasien : "Bagaimana sih Dok? Habis minum obat ini kok kentut saya malah bersuara Kencang ?"
Dokter : "Itu obat untuk TELINGA kamu. Sekarang kamu sudah bisa dengar Kentutmu sendiri. Tinggal satu obat lagi buat HIDUNG kamu. Karena sebenarnya dari kemarin saya dengar kamu kentut dan baunya bikin saya hampir pingsan."
?!
Kiriman : Abdul Rahman - Kadipaten, Majalengka.
13.1.10
Bisa Bermain Gitar
Moha menjalani operasi luka bakar di kedua tangannya.
Dokter selalu meyakinkan bahwa lukanya akan sembuh satu bulan lagi dan tangannya akan kembali berfungsi normal.
"Dok, apakah kalau saya sudah sembuh nanti saya BISA BERMAIN GITAR ?" tanya moha.
"Jangan hawatir. Tentu saja BISA." jawab dokter yakin.
"Syukurlah Dok, karena sebelum operasi saya TIDAK PERNAH BISA." kata Moha gembira.
Dokter selalu meyakinkan bahwa lukanya akan sembuh satu bulan lagi dan tangannya akan kembali berfungsi normal.
"Dok, apakah kalau saya sudah sembuh nanti saya BISA BERMAIN GITAR ?" tanya moha.
"Jangan hawatir. Tentu saja BISA." jawab dokter yakin.
"Syukurlah Dok, karena sebelum operasi saya TIDAK PERNAH BISA." kata Moha gembira.
12.1.10
Biaya Perawatan Gigi
"Berapa biayanya Dok ?" tanya seorang ibu kepada dokter gigi setelah merawat gigi sang anak.
"Biayanya 600.000,- Bu." jawab dokter gigi.
Ibu ini terkejut, "Hah... mahal amat Dok ?"
"Biasanya tarifnya 200.000,- Karena gara - gara anak ibu teriak kencang banget. 2 orang Pasien saya yang di ruang tunggu lari semua."
...
"Biayanya 600.000,- Bu." jawab dokter gigi.
Ibu ini terkejut, "Hah... mahal amat Dok ?"
"Biasanya tarifnya 200.000,- Karena gara - gara anak ibu teriak kencang banget. 2 orang Pasien saya yang di ruang tunggu lari semua."
...
Obat Tidur
Seorang istri mengantar suaminya ke dokter.
Setelah memeriksa si suami, dokter meminta si suami menunggu di luar sementara dia mau bicara dengan istri pasien.
"Dok, sebenarnya sakit apa suami saya ?" tanya Ibu ini.
"Oh, cuma masalah sakit kepala karena stres dan masalah pendengaran." kata dokter. "Cuma butuh istirahat."
Lalu dokter menulis resep. Dan memberikan kepada istri pasiennya.
"Ini harus ibu minum 2 kali sehari." ujar dokter.
"Tapi Dok. Yang sakit kan suami saya. Kenapa saya yang harus minum obat ?" tanya si istri.
"Ini obat tidur Bu, jadi kalau Ibu minum obat ini lalu tidur, Maka saya yakin penyakit suami ibu akan sembuh. Karena penyebab sakit kepala, stres dan pendengarannya disebabkan terlalu sering mendengar omelan Ibu..."
...
Setelah memeriksa si suami, dokter meminta si suami menunggu di luar sementara dia mau bicara dengan istri pasien.
"Dok, sebenarnya sakit apa suami saya ?" tanya Ibu ini.
"Oh, cuma masalah sakit kepala karena stres dan masalah pendengaran." kata dokter. "Cuma butuh istirahat."
Lalu dokter menulis resep. Dan memberikan kepada istri pasiennya.
"Ini harus ibu minum 2 kali sehari." ujar dokter.
"Tapi Dok. Yang sakit kan suami saya. Kenapa saya yang harus minum obat ?" tanya si istri.
"Ini obat tidur Bu, jadi kalau Ibu minum obat ini lalu tidur, Maka saya yakin penyakit suami ibu akan sembuh. Karena penyebab sakit kepala, stres dan pendengarannya disebabkan terlalu sering mendengar omelan Ibu..."
...
19.12.09
Jangan Berjilbab
Haji Lasikin datang ke dokter, menurut dokter tekanan darahnya tinggi.
"Pak Haji, sebaiknya menghindari makanan berlemak dan banyak - banyak olah raga. Hindari emosi, jangan terlalu banyak marah." saran Dokter.
"Iya Dok, tapi anak saya yang SMA itu selalu bikin saya marah. Masalahnya, saya melarang dia memakai jilbab tapi sembunyi - sembunyi dia pakai juga kalau keluar rumah." kata Haji Lasikin.
"Jangan terlalu dibawa emosi Pak Haji." dokter menasehati.
"Tapi anak saya itu keterlaluan Dok, bahkan sudah pernah saya hajar dia dengan gagang sapu, pernah saya usir dari rumah dan saya tidak lagi mengakui dia sebagi anak kalau masih suka berjilbab... Tapi tetap saja di belakang saya dia berjilbab." keluh Pak Haji.
Sambil terheran - heran dokter bertanya, "Pak Haji kan tahu, berjilbab itu hal yang baik. Selain rapi, terhormat juga menutup aurat. Harusnya Pak Haji bangga, kenapa malah melarang anak memakai jilbab ?"
"Dokter... Anak saya itu laki - laki Dokter..." jawab Pak Haji sambil menitikkan air mata.
...
"Pak Haji, sebaiknya menghindari makanan berlemak dan banyak - banyak olah raga. Hindari emosi, jangan terlalu banyak marah." saran Dokter.
"Iya Dok, tapi anak saya yang SMA itu selalu bikin saya marah. Masalahnya, saya melarang dia memakai jilbab tapi sembunyi - sembunyi dia pakai juga kalau keluar rumah." kata Haji Lasikin.
"Jangan terlalu dibawa emosi Pak Haji." dokter menasehati.
"Tapi anak saya itu keterlaluan Dok, bahkan sudah pernah saya hajar dia dengan gagang sapu, pernah saya usir dari rumah dan saya tidak lagi mengakui dia sebagi anak kalau masih suka berjilbab... Tapi tetap saja di belakang saya dia berjilbab." keluh Pak Haji.
Sambil terheran - heran dokter bertanya, "Pak Haji kan tahu, berjilbab itu hal yang baik. Selain rapi, terhormat juga menutup aurat. Harusnya Pak Haji bangga, kenapa malah melarang anak memakai jilbab ?"
"Dokter... Anak saya itu laki - laki Dokter..." jawab Pak Haji sambil menitikkan air mata.
...
7.12.09
Dokterku Sayang, Pasienku Malang
Di Busway Udin duduk bersebelahan dengan seorang Dokter yang sedang membaca surat sambil menangis.
"Kenapa menangis Dok?" tanya Udin.
"Ini mas, saya baca surat cinta dari pasien saya." jawab pak Dokter sambil menyodorkan surat cinta yang disertai foto pengirimnya itu.
Udin heran, " Kenapa dokter sedih? Sedangkan pasien dokter ini dari fotonya terlihat cantik dan muda."
Sambil menahan tangis dokter ini bercerita, "Usia saya sudah kepala empat, tapi susah dapat pendamping. Tidak ada perempuan yang mau sama saya. Tapi sekalinya ada wanita yang bilang saya ganteng dan tertarik pada saya itu adalah pasien saya."
"Sudahlah dok, apakah kode etik dokter melarang berpacaran dengan pasien?" kata Udin.
"Tidak sih.." dokter sambil menghela nafas.
"Apakah dia sudah bersuami?" desak Udin.
Dokter menjawab, "Belum. Bukan itu masalahnya.."
Udin pun makin berlagak menasehati, "Nah..! Kenapa ragu? Toh Rumah sakit tempat dokter bekerja tidak mungkin melarang seorang dokter menikah dengan Pasien. Apa lagi?"
"Mas. Mas ini tahu tidak saya kerja di Rumah Sakit mana?" sergah sang Dokter.
"Tidak Dok. Memangnya dimana?" ujar Udin.
"Mas, saya Dokter di Rumah Sakit Jiwa..." kata Dokter sambil melanjutkan tangisannya.
..kasihan...
...
"Kenapa menangis Dok?" tanya Udin.
"Ini mas, saya baca surat cinta dari pasien saya." jawab pak Dokter sambil menyodorkan surat cinta yang disertai foto pengirimnya itu.
Udin heran, " Kenapa dokter sedih? Sedangkan pasien dokter ini dari fotonya terlihat cantik dan muda."
Sambil menahan tangis dokter ini bercerita, "Usia saya sudah kepala empat, tapi susah dapat pendamping. Tidak ada perempuan yang mau sama saya. Tapi sekalinya ada wanita yang bilang saya ganteng dan tertarik pada saya itu adalah pasien saya."
"Sudahlah dok, apakah kode etik dokter melarang berpacaran dengan pasien?" kata Udin.
"Tidak sih.." dokter sambil menghela nafas.
"Apakah dia sudah bersuami?" desak Udin.
Dokter menjawab, "Belum. Bukan itu masalahnya.."
Udin pun makin berlagak menasehati, "Nah..! Kenapa ragu? Toh Rumah sakit tempat dokter bekerja tidak mungkin melarang seorang dokter menikah dengan Pasien. Apa lagi?"
"Mas. Mas ini tahu tidak saya kerja di Rumah Sakit mana?" sergah sang Dokter.
"Tidak Dok. Memangnya dimana?" ujar Udin.
"Mas, saya Dokter di Rumah Sakit Jiwa..." kata Dokter sambil melanjutkan tangisannya.
..kasihan...
...
1.12.09
Hasil Scaning Kepala
Seorang gadis yang sedang menunggui ayahnya yang sedang dirawat di Rumah Sakit, di panggil ke ruang dokter untuk membicarakan penyakit sang Ayah.
Dokter: "Apa hubungan Anda dengan pasien?"
Gadis : "Saya anaknya Dok."
Dokter: "Ayah anda mengeluh sakit kepala yang parah, dan sempat beberapa kali tak sadar. Maka kami lakukan Scaning pada kepala beliau."
Gadis : "Bagaimana hasilnya Dok?"
Dokter: "Beliau menderita Kanker otak."
Gadis : "Oh, tidak mungkin... Tidak mungkin Dok ! Mungkin dokter salah."
Dokter: "Tenang dik, Adik harus tabah, ini masih bisa disembuhkan."
Gadis : "Bukan begitu Dok, masalahnya selama ini kata Ibu saya kalau sedang marah selalu bilang bahwa otak ayah ada di DENGKUL !!!"
...
Dokter: "Apa hubungan Anda dengan pasien?"
Gadis : "Saya anaknya Dok."
Dokter: "Ayah anda mengeluh sakit kepala yang parah, dan sempat beberapa kali tak sadar. Maka kami lakukan Scaning pada kepala beliau."
Gadis : "Bagaimana hasilnya Dok?"
Dokter: "Beliau menderita Kanker otak."
Gadis : "Oh, tidak mungkin... Tidak mungkin Dok ! Mungkin dokter salah."
Dokter: "Tenang dik, Adik harus tabah, ini masih bisa disembuhkan."
Gadis : "Bukan begitu Dok, masalahnya selama ini kata Ibu saya kalau sedang marah selalu bilang bahwa otak ayah ada di DENGKUL !!!"
...
Langganan:
Postingan (Atom)

