Tampilkan postingan dengan label Cerita Tawa : Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Tawa : Umum. Tampilkan semua postingan

3.8.10

Nggak Boleh Pacaran !

Joko kenalan sama cewek cantik yang bernama Upik di halte. Sambil nunggu bis yang lama gak juga datang, Joko ( dia jomblo abadi ) ngajak ngobrol cewek ini dengan pe-de mentok.

Joko : "Kamu punya pacar belum?"

Upik : "Dulu punya, tapi sekarang nggak punya.

Joko : ( dengan senyum yang nggak manis ) Ahh masa' cewek secantik kamu nggak punya pacar?"

Upik : "Bennner..! Habis aku nggak boleh pacaran sih."

Joko : "Kenapa ngga boleh pacaran?"

Upik : "Nggak tau lah, aku juga bingung."

Joko : ( sok jagoan ) "Kejam banget! Kamu kan sudah cukup umur, cantik. Siapa sih yang ngelarang? Orang tua? Kakak? Bos kamu? Biar aku yang hadapin. Keterlaluan!"

Upik : "Suamiku!"

Joko : ( bengong ) "ooh...??!"

30.7.10

Kaki Burung

Asrul bersaing dengan 30 orang untuk mendapatkan pekerjaan di kebun binatang. Untuk 5 lowongan di bagian perawatan burung dilakukan penyaringan dengan puluhan kali tes.

Hari ini adalah tes terakhir, yaitu tes tertulis pengetahuan tentang burung.

Asrul sudah membaca semua buku yang dibelinya tentang macam - macam burung, habitat, dan makanannya.

Ujian dimulai, penguji masuk ruang tes. Membawa 5 sangkar burung yang ditutup kain. Yang terlihat cuma kaki dari burung - burung di dalam sangkar.

Lalu bapak penguji itu memberi perintah, "Silahkan kalian perhatikan kaki burung - burung disangkar nomer 1 sampai 5.. Dan tuliskan di kertas jawaban nama - nama burung itu."

Asrul diam di mejanya, sedangkan peserta lain mengamati kaki - kaki burung tersebut. Dan akhirnya, Asrul maju ke meja petugas penguji.

"Ini tidak masuk akal !" protes Asrul sambil menggebrak meja. "Percuma saya belajar semalam. Mana mungkin kita mengenali burung dengan cuma melihat kakinya ?"

"Bisa saja, buktinya peserta lain tetap berusaha." jawab Bapak penguji.

"Ah..Tidak mungkin! Ya sudah, saya nyerah." kata Asrul sambil keluar ruangan.

"Berarti kamu tidak lulus! Dan saya akan coret nama kamu. Siapa nama kamu..?" teriak penguji.

Asrul kembali ke depan meja penguji, dia menggulung celananya tinggi - tinggi.. Dan bilang "Bapak silakan lihat kaki saya, coba Bapak sebutkan siapa nama saya...!!!"

Petugas Penguji : Hah..?!!!

28.2.10

Seramat Datang

Seorang lelaki setengah baya asal Jepang sebut saja Nakamura merantau ke Indonesia. Nakamura bermaksud mencari pekerjaan yang lebih baik di Indonesia (negara penuh harapan ) dan melamar pekerjaan jadi satpam di sebuah minimarket.

Dalam wawancara kerja, pemilik minimarket bertanya, "Kamu bisa bahasa Indonesia?"

"Bisa Pak." jawab Nakamura.

"Bagus, Satpam di toko ini hanya bertugas membukakan pintu dan harus mengucapkan SELAMAT DATANG, DAN SELAMAT BERBELANJA. Coba kamu ucapkan." kata pemilik minimarket.

Dengan senyum kaku Nakamura menirukan, "SERAMAT DATANG, DAN SERAMAT BERBERANJA !"

"Waduh kamu gagal. SELAMAT BERBELANJA bukan SERAMAT BERBERANJA , kamu harus belajar mengucapkan dengan benar, belajarlah dulu, besuk kalau kamu sudah bisa, datang lagi kesini baru kamu boleh kerja disini." kata bos pemilik minimarket .

Nakamura pulang ke rumah, dan mendatangkan guru les Bahasa Indonesia untuk mengajarnya. Selama seminggu belajar Nakamura bisa juga mengucap SELAMAT DATANG, dan SELAMAT BERBELANJA. Tidak lagi pakai huruf 'R' tapi sudah pakai huruf 'L'.

Dengan bangga dia datang ke minimarket dan melamar sekali lagi, "Saya sekarang sudah bisa mengucapkan SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERBELANJA pak."

"Hebat," kata bos toko itu. "kamu boleh kerja disini."

Nakamura senang sekali, "Terima kasih Pak."

"Tapi jangan lupa, kamu harus sopan. Kepada pembeli yang hendak keluar kamu juga harus mengucapkan salam. Apa ucapan yang sebaiknya kamu katakan?"

Dengan yakin Nakamura menjawab, "Ah gampang, ucapkan saja SAMPAI JUMPA RAGI, HATI HATI DI JARAN !"..

Hhhrrr...???

13.2.10

Kopi atau Teh?

Seorang pembeli marah dan komplain kepada pelayan warung, karena kopi yang dipesannya rasanya tidak enak.

Pembeli : "Mbak !!, ini kopi atau teh..? kok rasanya nggak jelas begini?"

Pelayan : "Ma'af Pak, emang rasanya bagaimana Pak?"

Pembeli : (sambil berdiri dan melotot) "Rasanya kaya minyak tanah !"

Pelayan : "Oh... Itu sih kopi, bukan Teh Pak. Kalo teh rasaya kayak bensin."

Pembeli : Hemh..??!

..

2.2.10

Penjaga Perbatasan & Penyelundup

Seorang petugas penjaga perbatasan Indonesia dengan Malaysia memberhentikan Fahri pengendara sepeda yang hendak masuk Indonesia. Fahri kelihatan mencurigakan karena membawa koper hitam besar di sepedanya.

"Selamat siang! Apa isi koper ini?" tanya petugas.

"Kosong Pak" jawab Fahri.

"Saya harus memeriksanya. Jangan-jangan kamu penyelundup" kata si petugas, seraya membuka tas koper hitam bawaan Fahri.

Setelah memeriksa ternyata benar koper itu kosong dan petugaspun mempersilakan Fahri melewati perbatasan dengan sepedanya.

Di lain waktu, Fahri melewati perbatasan lagi dengan mengendarai sepeda dan membawa koper hitam.

Petugas memeriksa isi kopernya yang ternyata kosong lagi.

Beberapa kali Fahri lewat perbatasan, menaiki sepeda dan membawa koper hitam. Petugas selalu memeriksa tapi kopernya selalu kosong. Padahal petugas sudah curiga bahwa Fahri adalah seorang penyelundup.

Beberapa tahun kemudian Petugas Perbatasan yang sekarang sudah pensiun bertemu dengan Fahri di kota.
Mantan Petugas perbatasan ini bertanya kepada Fahri.

"Jujur saja sebenarnya saya yakin kamu dulu adalah penyelundup, tapi setiap aku periksa kopermu selalu kosong. Sebenarnya apa sih yang kamu selundupkan?"

Fahri menjawab, "SEPEDA !"

...

21.1.10

Helikopter Jatuh

Helikopter latihan jatuh di sebuah persawahan. Seorang pelatih dan Pilot baru diselamatkan dari puing pesawat, keduanya hanya mengalami luka - luka.

Wartawan segera menyerbu dan mewawancarai pilot sebelum masuk ke dalam ambulance.

Wartawan : "Apa pak yang terjadi ?"

Pilot : "Saya didampingi pelatih sedang melakukan latihan rutin."

Wartawan : "Lalu, apakah terjadi kerusakan mesin?"

Pilot : "Saya tidak tahu. Tadi saya berlatih terbang di ketinggian 2.000 meter, lalu pelatih memerintahkan menambah ketinggian 3.000 meter tapi mesin oke - oke saja."

Wartawan : "Apakah faktor angin atau cuaca mengakibatkan kecelakaan ini ?"

Pilot : "Ya, saya rasa. Karena cuaca hujan dan angin kencang, udara di ketinggian 3.000 meter DINGIN SEKALI. Jadi saya matikan BALING - BALING KIPAS, maksud saya biar nggak DINGIN eh tahu - tahu heli jatuh.."

...

15.1.10

Aduk Kopi

Aspar memesan kopi di sebuah warung. Tak lama kemudian pesanannya diantar ke mejanya.

Ketika menikmati Kopi panas yang dihidangkan, ternyata rasanya kurang enak. Aspar tidak jadi meminum kopinya lalu langsung membayarnya.

Tapi sebelum pergi dari warung Aspar bertanya kepada penjual, "Bu, ibu ngaduk kopi pake tangan kanan atau tangan kiri ?"

"Tentu pake TANGAN KANAN, emang kenapa ?" ibu pemilik warung balik bertanya.

"Aneh. Pantes nggak enak," kata Aspar, "biasanya orang ngaduk kopi pake SENDOK bu." kata Aspar sambil berlalu.
...

10.1.10

Pintu Keluar

Sebuah perampokan besar terjadi. 7 orang penjahat merampok sebuah pameran berlian.

Pengunjung dan petugas penjaga pameran berlarian menyelamatkan diri. Sementara perampok mengemasi berlian - hasil rampokan yang sangat banyak.

Dua orang polisi yang ditugaskan mengamankan pameran melaporkan peristiwa ini lewat HT kepada atasannya. Lalu sang Komandan memberi perintah melalui HT..

"Sambil menunggu bantuan pasukan, jangan biarkan para tersangka kabur. Blokir dan kunci semua PINTU KELUAR !"

"Siap Komandan." jawab salah satu polisi.

...
Tak lama kemudian bantuan pasukan datang, ratusan polisi mengepung. Sang Komandan turun dari mobil sedan dan menghampiri polisi penjaga pameran.

"Posisi tersangka dimana ?" tanya Komandan.

"Sudah lari semua Pak." jawab anak buahnya.

"Kamu sudah saya perintahkan untuk mengunci semua pintu keluar agar mereka tidak kabur kan? Bagaimana mereka bisa kabur ?" bentak komandan dengan marah.

"Siap komandan, tapi mereka kabur lewat PINTU MASUK.."

...

Pandanglah Langit

Empat remaja Arman, Alvin, Adun dan Ahmad sedang berkemah, mereka tidur dalam satu tenda.

Lewat tengah malam Arman terbangun, lalu membangunkan rekan yang lain.

Sambil tetap berbaring Arman berkata, "Lihatlah keatas, apa yang kalian lihat?"

"Langit yang cerah penuh bintang." jawab teman - temannya serempak.

Lalu Arman kembali berkata, "Perhatikan, dan katakan apa yang kalian bisa Analisa dengan pemandangan yang kita lihat ?"

Alvin : "Aku melihat banyak bintang, sebagai calon ahli astronomi aku menganalisa bahwa banyak tata surya lain, banyak planet lain selain bumi kita."

Adun : "Sebagai calon ahli Meteorologi aku menganalisa cuaca cerah dan tak akan ada hujan.

Ahmad : "Sebagai seorang calon ustad aku menganalisa bahwa semesta ini begitu luas sehingga kita terasa kecil diantara ciptaan Tuhan.

Arman pun berdiri dan berkata, "Kalian ini Sok tau..! lebay..! Kalau kita tidur dalam tenda, dan bisa melihat langit bertabur bintang itu berarti ADA YANG MENCURI TENDA KITA..!!!

5.1.10

Penyakitku Aids

Seorang penyanyi pria dirawat di rumah sakit, dia ditemani oleh seorang teman yang jadi asistennya.

"Aku akan cukup lama terbaring di sini, kata dokter perlu 2 bulan sampai aku boleh pulang." kata sang penyanyi.

"Apa sih penyakitmu sebenarnya ?" tanya teman asistennya.

"Kata dokter aku sakit liver karena terlalu kecapekan. Tapi kamu harus bilang ke infotainment dan wartawan kalau aku ini kena penyakit Aids." kata Si penyanyi.

Dengan heran Asisten bertanya, "Kok aneh, kamu sakit liver kenapa malah bilang sakit kena Aids ?"

"Biar nggak ada yang berani selingkuh sama istriku..."

15.12.09

Aki Kering

Parman adalah karyawan baru di toko suku cadang motor. Menanyakan harga Aki ( accu ) kepada bosnya.

"Kalau Aki yang Merk XXX, aki basah 110 ribu. Nah kalo aki keringnya harganya 150 ribu." kata si Bos.

"Jadi aki kering itu lebih mahal dibandingkan aki basah ? " tanya Parman lagi.

"Betul Man." jawab bos lagi, sambil berlalu.

Beberapa saat kemudian, Bos melihat Parman sedang sibuk di halaman toko.

"Lagi ngapain Man ? " bosnya bertanya.

"Oh.. Ini bos, biar untung toko ini lebih banyak. Aki - aki ini saya buang airnya, terus kita jemur... Kalo sudah kering semua, kita jual dengan harga 150 ribu. Hebat kan ? "

...??

8.12.09

Kirim SMS Cinta

Moha hendak menyatakan cinta kepada seorang gadis tetangganya. Tapi karena keberaniannya tak cukup Moha pun bermuram durja.

"Ada apa sih Ha? Kok sekarang kamu jadi pemurung, " Surip sahabatnya menyelidik.

"Kamu kan tahu, aku naksir Lilis. Tapi..." kata Moha.

"Yah.. Kenapa ragu, langsung aja kamu bilang cinta sama dia." Surip menyemangati.

"Nggak mungkin Rip, kamu kan tahu aku pemalu?" kata Moha.

Lalu Surip berkata, "Kalau begitu kamu bilang cintanya lewat SMS aja Ha."

Moha menunduk lesu dan bilang, "SMS ? Nggak ah aku malu, tulisanku kan jelek Rip."

.."dasar Moha"..

...

4.12.09

Kamar Hotel kok sempit

Musim haji tahun ini, Pak Sungkowo, petani sukses dari kampung Plenggong berniat berangkat Haji.

Walaupun tidak pernah pergi keluar dari kampungnya yang tertinggal, dia kali ini tidak sayang untuk menjalankan ibadah haji dengan jalur khusus alias berangkat sendiri, lebih afdol katanya.

Sesampai di tanah suci dia mencari hotel terbaik dan terdekat dari Masjidil Haram.

"Saya minta kamare yang pualing buagus, dengan jendelane sing menghadap Masjidil Haram." pinta Pak Sungkowo.

Maka seorang Roomboy membawakan koper - kopernya dan mengantarnya ke kamar yang telah di pesan.

Tak lama kemudian tahu - tahu Pak Sungkowo marah. "Kalian jangan membohongi saya ya..! Masa saya pesan kamar paling bagus kok, yang jendelane madep Masjid. Mana? Tempat tidur nya nggak ada, kamare sempit, nggak ada jendelanya lagi. Penipu kalian!!!" semprot Pak Sungkowo.

Sang roomboy menjawab, "Pak, sabar... ini Lift."

...

3 Permintaan

Tiga orang remaja yang lagi asyik main gitar di teras rumah mendadak di kejutkan oleh datangnya Tuyul.

Setelah terjadi kejar - kejaran di dalam rumah Tuyul itupun tertangkap.

Tuyul : "Tolong, lepaskan aku..! Sebagai imbalan 3 hari 3 malam ini aku akan menjadi pelayan kalian. Kalian boleh minta 3 permintaan apapun asal jangan minta uang."

Ketiga remaja inipun setuju. Maka satu persatu dari mereka mengajukan permintaan.

Remaja 1: "Karena aku pemabuk hebat, aku minta penuhi kamar ini dengan minuman keras segala merk."

Remaja 2: Karena aku pemain cinta ulung, sediakan di kamar sebelah perempuan cantik sebanyak banyaknya."

Remaja 3 : "Karena aku Perokok berat, sediakan di kamar paling ujung rokok segala merk sebanyak banyaknya."

Permintaan mereka diwujudkan oleh si Tuyul. Masuklah mereka ke kamar masing - masing. Pintu pun dikunci satu persatu oleh Tuyul.

Setelah 3 hari 3 malam...
Tuyul membuka pintu kamar pertama, dilihatnya Remaja 1 tergeletak tak sadar atau mati karena terlalu banyak Alkohol.

Kamar berikut dibuka, Remaja 2 terkulai lemas atau malah mati karena kelelahan.

Tuyul membuka kamar terakhir, dia berpikir Remaja 3 pun juga sudah mati terlalu banyak menghisap nikotin, tapi ternyata...

Remaja 3 : Bangsat, Tuyul goblok... masa' 3 hari gue di kunci, di kasih rokok banyak tapi nggak dikasih korek..?"

Diceritakan oleh : ABDUL ROHMAN di KADIPATEN, MAJALENGKA

1.12.09

Pinjam Motor

Ucup punya seorang teman yang kaya, maka ketika temannya tersebut baru beli motor Gede merk Harli (bukan harley) Dapitsen (juga bukan Davidson), dia tak malu malu meminjamnya.

Lalu dengan jaket kulit warna hitam (yang juga minjem) dia mengendarai Moge itu keliling kampung.

Sesudah berputar - putar 3 kali keliling kampung, dia berteriak - teriak "Hoei... ada yang punya nggak motor kayak begini nggak... ?!"

Semua orang yang di temui dia tanya, "He, punya nggak motor beginian?" sambil terus berlalu dengan Mogenya.

Begitu Ucup lewat di depan rumah Dadang dia lagi-lagi dia bertanya dengan suara kencang,"Dang, punya nggak motor model begini?"

Dadang yang tak sempat menjawab cuma berfikir, "Sombong banget si Ucup, baru naik motor aja sudah dipamerin. Memang, saya nggak pernah naik motor begitu, tapi jangan sombong dong!"

Akhirnya orang orang sekampung marah, karena berisik suara motornya dan kesombongan dia yang pamer motor sambil berteriak - teriak.

Tak lama kemudian, GUBRAGGG !!!

Ucup dan motornya pun jatuh karena menabrak pos ronda. Warga yang melihat spontan menyorakinya, "Rasain luh, makanya jadi orang jangan sombong ! Baru pinjam saja udah berani pamer! Semua orang ditanya sudah punya belum motor begini..!"

"Bukannya mau sombong! Tapi saya cuma nanya ada yang punya enggak motor begini.. Kalo ada saya cuma mau tanya REM-nya dimana, dari tadi saya mau berhenti tapi nggak tau remnya."

Wargapun "oooh !" secara bersamaan.

Diceritakan oleh : ABDUL ROHMAN di KADIPATEN, MAJALENGKA

...

29.11.09

Bulan atau Matahari?

Kakak beradik Sigit dan Yogi mabuk berat setelah semalaman hingga siang minum minum di kuburan.

"Ayo Gi kita pulang, sudah siang.. Malu sama orang." ajak Sigit.

Sambil berdiri sempoyongan Yogi menjawab, "Ah... Masih malam Git!"

"Sudah siang, itu lihat ke atas, matahari sudah tinggi." Kata Sigit.

"Bukan, itu bulan." bantah Yogi.

"Matahari...Gi.."

"Git...Git, itu tuh Bulan."

Mereka berdua tidak bisa membedakan siang atau malam karena mabuk berat.

Lalu lewatlah seorang anak muda, jadi mereka bertanya..
"Heh.. Mas itu yang di atas, matahari atau bulan?"

Pemuda itu menjawab, "Maaf mas saya nggak tahu, saya orang baru disini..."

"..ohh"

..

24.11.09

Sama Umur

Irin Jemirin, sarjana ekonomi pengangguran yang sudah cukup umur hendak melamar kekasih hatinya Imut Mutma'inah.

Tapi Ayah sang gadis sebenarnya hendak menolak pinangan Irin, karena Irin adalah pengangguran.

Maka keluarlah pertanyaan ini.
"Apakah kamu mencintai anakku si Imut? Maukah kamu melakukan sesuatu untuknya?" tanya sang ayah.

Tegas Irin menjawab, "Saya mencintai Imut dan siap melakukan apapun demi dia om."

"Berapa umurmu sekarang?" satu lagi pertanyaan sang Ayah.

"27 tahun om." jawab Irin.

"Karena usia Imut baru 20 tahun, maka om minta kamu bersedia menunggu sampai umur kalian sama-sama 27tahun, barulah kalian boleh menikah. Kamu mau ?" tegas sang ayah.

Tanpa pikir panjang, "Demi cinta saya, saya bersedia menunggu Om" jawab Irin dengan bangga.

Pengikut


Produk SMART Telecom