Pesawat charter berpenumpang 7 orang pengacara hilang karena cuaca buruk.
Pencarian dilakukan. Setelah 5 hari kemudian bangkai pesawat ditemukan di sebuah ladang milik warga suku pedalaman.
Tim investigasi menemukan bangkai pesawat saja tanpa penumpang, lalu menanyai pemilik ladang, "Bagaimana kondisi penumpang pesawat ini Pak?"
Warga pedalaman ini menjawab, "Semua tewas, dan sudah saya kuburkan di bawah pohon sana."
"Apakah Bapak yakin dari 7 orang ini semua tewas, kenapa main kubur saja?" tanya investigator.
"Sebenarnya yang 3 orang sudah pasti tewas, tapi ada 4 orang lagi BILANG kalau mereka MASIH HIDUP, tapi.. Saya tidak percaya, pengacara kan tukang BOHONG !"
..??!
Tampilkan postingan dengan label Cerita Tawa : Pengadilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Tawa : Pengadilan. Tampilkan semua postingan
11.2.10
Sumbangan
Di tempat parkir Pengadilan, seorang pengacara top kaya raya turun dari mobil mewahnya, didekati oleh seorang wanita membawa map biru.
"Selamat pagi Pak. Saya memohon sumbangan untuk yayasan Yatim Piatu." kata wanita tersebut.
Pengacara ini menggelengkan kepala dan mengangkat tangan kirinya menyatakan penolakan.
Perempuan ini tak mau menyerah, mengikuti langkah pengacara menuju ruang sidang. "Pak.., bapak kan orang kaya. Masa tidak pernah menyumbang bantuan untuk orang miskin yang kurang beruntung ?" kejar si wanita.
Pengacara ini seketika berhenti dan bilang, "Apa kamu bilang? Kamu memang tahu saya kaya. Tapi tahukah kamu ibu saya sakit stroke, bertahun - tahun harus berobat dan meninggal dalam kemiskinan?"
Belum sempat si peminta sumbangan menjawab, pengacara melanjutkan, "Tahukah kamu, kakak laki - lakiku mantan tentara cacat karena perang, hidup miskin seadanya ?"
"Tahukah kamu adik perempuanku adalah janda dengan 4 anak, karena suaminya meninggal kecelakaan tanpa meninggalkan warisan sepeserpun?"
Wanita inipun menyesal, menunduk tak tahu harus mengatakan apa.
Lalu pengacara ini menyelesaikan ucapannya, "mereka saja tidak pernah aku sumbang kok. Bagaimana mungkin saya nyumbang kamu?"...
.."??? Dasar pengacara..!"
"Selamat pagi Pak. Saya memohon sumbangan untuk yayasan Yatim Piatu." kata wanita tersebut.
Pengacara ini menggelengkan kepala dan mengangkat tangan kirinya menyatakan penolakan.
Perempuan ini tak mau menyerah, mengikuti langkah pengacara menuju ruang sidang. "Pak.., bapak kan orang kaya. Masa tidak pernah menyumbang bantuan untuk orang miskin yang kurang beruntung ?" kejar si wanita.
Pengacara ini seketika berhenti dan bilang, "Apa kamu bilang? Kamu memang tahu saya kaya. Tapi tahukah kamu ibu saya sakit stroke, bertahun - tahun harus berobat dan meninggal dalam kemiskinan?"
Belum sempat si peminta sumbangan menjawab, pengacara melanjutkan, "Tahukah kamu, kakak laki - lakiku mantan tentara cacat karena perang, hidup miskin seadanya ?"
"Tahukah kamu adik perempuanku adalah janda dengan 4 anak, karena suaminya meninggal kecelakaan tanpa meninggalkan warisan sepeserpun?"
Wanita inipun menyesal, menunduk tak tahu harus mengatakan apa.
Lalu pengacara ini menyelesaikan ucapannya, "mereka saja tidak pernah aku sumbang kok. Bagaimana mungkin saya nyumbang kamu?"...
.."??? Dasar pengacara..!"
31.1.10
Pembunuh Pelit
Di ruang sidang pengadilan, jaksa membacakan tuntutan, "Terdakwa terbukti membunuh tiga orang dalam waktu yang berbeda terhadap korban yang datang kerumahnya untuk menagih hutang, dengan alat pembunuhan berupa palu, yang diakui sebagai miliknya sendiri.."
Tiba tiba dari deretang belakang pengunjung sidang, seorang laki - laki berdiri. Lalu berteriak, "Kurang ajar!!!"
Melihat ini hakim mengingatkan agar laki - laki ini tenang.
Tapi sekali lagi pengunjung ini berteriak, "Hukum dia seberat - beratnya pak Hakim."
"Saudara sebagai pengunjung harus menghormati persidangan !" bentak Pak Hakim.
"Jangan beri ampun, hukum mati dia Pak Hakim." kata pengunjung ini dengan emosi.
Hakim lalu menanyai pengunjung sidang ini, "Apakah anda keluarga dari salah satu korban?"
"Bukan, Pak Hakim." jawabnya.
"Apakah saudara pernah hampir menjadi korban pelaku?" Tanya Hakim lagi.
"Tidak juga, Pak Hakim." jawab si lelaki.
"Lalu mengapa anda begitu emosi, dan meminta dia dihukum berat?" Hakim makin tidak sabar.
Dengan menunjuk kearah tersangka laki-laki ini menjawab, "Saya tetangga Pelaku, saya marah karena dia PEMBOHONG. Setiap saya bilang mau pinjam PALU dia menjawab TIDAK PUNYA PALU... dasar pelit !!!"
...
Tiba tiba dari deretang belakang pengunjung sidang, seorang laki - laki berdiri. Lalu berteriak, "Kurang ajar!!!"
Melihat ini hakim mengingatkan agar laki - laki ini tenang.
Tapi sekali lagi pengunjung ini berteriak, "Hukum dia seberat - beratnya pak Hakim."
"Saudara sebagai pengunjung harus menghormati persidangan !" bentak Pak Hakim.
"Jangan beri ampun, hukum mati dia Pak Hakim." kata pengunjung ini dengan emosi.
Hakim lalu menanyai pengunjung sidang ini, "Apakah anda keluarga dari salah satu korban?"
"Bukan, Pak Hakim." jawabnya.
"Apakah saudara pernah hampir menjadi korban pelaku?" Tanya Hakim lagi.
"Tidak juga, Pak Hakim." jawab si lelaki.
"Lalu mengapa anda begitu emosi, dan meminta dia dihukum berat?" Hakim makin tidak sabar.
Dengan menunjuk kearah tersangka laki-laki ini menjawab, "Saya tetangga Pelaku, saya marah karena dia PEMBOHONG. Setiap saya bilang mau pinjam PALU dia menjawab TIDAK PUNYA PALU... dasar pelit !!!"
...
Langganan:
Postingan (Atom)

